Harajuku Kembali Ditetapkan Menjadi Lembaga Pelatihan Daring Oleh Kemnaker RI

*Pembukaan Pelatihan – Ruang Rapat PTKLN Ditjen Binapenta dan PKK

LPK Harajuku kembali mendapat kepercayaan menjadi salah satu lembaga pelaksanaan Program Pelatihan Bahasa Jepang Dalam Jaringan (Daring) bagi Calon Pekerja Migran Nurse & Careworker yang akan bekerja ke Jepang melalui skema IJEPA (Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement) yang diselenggarakan Kementrian Ketenagakerjaan RI.

Pada kesempatan sebelumnya LPK Harajuku juga telah bekerjasama dengan Kementrian Ketenagakerjaan RI dalam pelaksanaan Program Pelatihan Bahasa Jepang Dalam Jaringan (Daring) Bagi Calon Pekerja Migran Indonesia Specified Skilled Worker ke Jepang.

Untuk dapat mendukung program pemerintah melalui pembelajaran bahasa Jepang secara on-line ini, sebelumnya telah dilakukan penilaian dan verifikasi lembaga oleh team dari Direktorat Bina Standardisasi Kompetensi dan Pelatihan Kerja Kementrian Ketenagakerjaan RI dengan ketentuan pemenuhan standard Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang kredibel memiliki ijin operasional, memiliki sarana dan prasarana pendukung pelatihan online, memiliki instruktur yang kompeten dan berpengalaman menyelenggarakan pelatihan bahasa.

*Sambutan Drs. Suhartono, M.M. (Direktur Jenderal Binapenta & PKK)

“Pelatihan Bahasa Jepang yang diselenggarakan ini merupakan upaya kita, selain untuk meningkatkan kompetensi, juga merupakan upaya memberikan instrumen perlindungan. Hal ini sebagaimana diamanahkan dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017,” kata Dirjen Binalattas Kemnaker, Budi Hartawan, saat membuka Pelatihan Daring (Online) Bahasa Jepang Skema IJEPA bagi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) secara virtual di Kantor Kemnaker, Jakarta, hari Rabu (21/10).

Pelatihan Bahasa Jepang tahun ini merupakan pembekalan keterampilan bahasa bagi CPMI ke-Jepang yang ke-13 kalinya sejak pertama kali dimulai pada tahun 2008. Pelatihan dilaksanakan secara daring (online) dan diikuti 321 peserta (25 kandidat Nurse dan 296 kandidat Careworker). Selain itu, terdapat 3 orang kandidat yang telah memiliki sertifikasi JLPT level N2,

N3, dan N4, sehingga tidak perlu mengikuti pelatihan.

*Pembukaan Oleh Bpk. Budi Hartawan, S.E., M.A. (Direktur Jenderal Binalattas)

“Kami harapkan pelatihan dengan metode daring dilaksanakan tanpa menghilangkan substansi dan pencapaian kompetensi yang dibutuhkan,” ujar Budi Hartawan.

Sementara itu, Dirjen Binapenta dan PKK, Suhartono, keberangkatan tahap-13 ini sempat tertunda karena adanya pandemi Covid-19. Penundaan keberangkatan EPA-13 menjadi perhatian Pemerintah Indonesia yang selalu dikomunikasikan dengan Pemerintah Jepang, termasuk concern terkait upaya menjaga kemampuan bahasa Jepang, sampai dengan waktu keberangkatan.

*Pimpinan Harajuku Bersama Direktur Jenderal Binalattas Kemnaker RI.